33 Kasus Penyimpangan Vaksinasi Booster Ditemukan Pemantau LaporCovid-19

- Rabu, 5 Januari 2022 | 10:50 WIB
Ilustrasi vaksin booster. (Wikimedia Commons)
Ilustrasi vaksin booster. (Wikimedia Commons)

HALUAN KALSEL - Sedikitnya 33 kasus penyimpangan vaksinasi booster berhasil ditemukan oleh pihak pemantau penanganan Covid-19 yaitu LaporCovid-19.

Alasannya, vaksin booster belum dapat diberikan kepada non tenaga kesehatan.

Sementara itu, pemerintah baru memulai vaksinasi booster pada 12 Januari 2022. Sebelum tanggal itu, pemerintah belum secara resmi mengizinkan pelaksanaan booster untuk kelompok masyarakat umum.

Baca Juga: Berkas Perkara CPNS Fiktif Olivia Nathania Telah Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

"Yang kami terima laporannya 33 kasus penyimpangan untuk booster. Namun, total aduan ada 71 kasus tentang vaksinasi," terang pegiat LaporCovid-19, Firdaus Ferdiansyah, kepada wartawan, do Jakarta, Rabu 5 Januari 2022.

Adapun jumlah kasus penyelewengan vaksin atau booster adalah akumulasi selama periode 2021.

Bahkan, dirinya meyakini jumlah temuan tersebut berpotensi lebih besar dibanding aduan yang diterima.

Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Capai 254 Kasus, Gejalanya Batuk dan Pilek

Ia kembali mengungkapkan, bentuk penyimpangan tidak hanya soal pemberian vaksin, tetapi juga kasus pungutan liar, peredaran sertifikat vaksin palsu atau ilegal yang merugikan masyarakat secara keseluruhan.***

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kini, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Lewat Indomaret

Senin, 7 Februari 2022 | 19:58 WIB

Berikut 5 Tanda Kamu Harus Istirahat dari Media Sosial

Minggu, 6 Februari 2022 | 12:53 WIB

Studi: Gejala Omicron Bisa Muncul di Mata dan Hidung

Sabtu, 5 Februari 2022 | 22:44 WIB

Terpopuler

X