Pemerintah Wajibkan Gereja Betuk Satgas Covid-19 sebagai Syarat Ibadah

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 12:13 WIB
Ilustrasi Gereja (Youtube)
Ilustrasi Gereja (Youtube)

HALUAN KALSEL - Sebagai upaya pengendalian Covid-19, Pemerintah mewajibkan pihak gereja untuk membentuk Satgas Penanganan Covid-19.

Pembentukkan Satgas di Gereja ini menjadi syarat dibolehkannya melakukan ibadah secara fisik.

Baca Juga: Aksi Pencurian Ponsel Milik Kasir Toko Kue di Kalibata City Viral di Medsos, Ini Kata Polisi

"Menjelang Natal tahun 2021, pemerintah mewajibkan pihak gereja untuk membentuk satgas Covid-19 di gereja sebagai syarat melakukan ibadah secara fisik," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

Wiku menjelaskan, pembentukan Satgas Covid-19 di gereja ini dapat terdiri dari internal gereja mulai dari pengelola gereja, asosiasi persekutuan gereja, duta perubahan perilaku maupun relawan.

Setelah Satgas Covid-19 di gereja dibentuk, lanjut Wiku, segera menyusun rencana kepatuhan protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah Natal.

Baca Juga: 5 Orang Dikabarkan Terdeteksi sebagai Suspek Omicron di Indonesia

"Setelah satgas dibentuk segera lakukan rencana monitoring dan evaluasi kepatuhan protokol kesehatan yang sistematis dan terencana untuk menekan peluang penularan virus Covid-19," ujarnya.

Dalam aturan terbaru, pemerintah mengizinkan pelaksanaan ibadah Natal secara fisik dengan ketentuan jemaat maksimal 50 persen kapsitas.

Baca Juga: Hindari Kerumunan, Pemkab Bogor Tutup Kawasan Puncak saat Malam Tahun Baru

Halaman:

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPOM Setujui Vaksin Sinopham untuk Dosis Booster

Rabu, 2 Februari 2022 | 19:29 WIB

Kasus Covid-19 di Tanah Air Bertambah 10.185 Pasien

Senin, 31 Januari 2022 | 19:22 WIB

Terpopuler

X