Langgar UU Perdagangan, Manajer Kantor Pinjol Ilegal yang Mengelola 14 Aplikasi Dijadikan Tersangka

- Kamis, 27 Januari 2022 | 15:51 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan saat penggerebekan kantor pinjol ilegal di PIK 2, Jakarta Utara (PMJ News)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan saat penggerebekan kantor pinjol ilegal di PIK 2, Jakarta Utara (PMJ News)

HALUAN KALSEL - Manajer kantor pinjaman online (pinjol) ilegal berinisial V  ditetapkan polisi sebagai tersangka terkait pelanggaran Undang-Undang Perdagangan.

"Kami sudah periksa lima orang terdiri dari satu manajer dan empat leader. Kemudian kami tetapkan satu tersangka yakni manajer nanti untuk perkembangan lanjut penanganan kasus ini kami sampaikan lagi," tutur Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis, Kamis 27 Januari 2022.

Auliansyah menerangkan, V bertanggung jawab dan membawahi kegiatan dari perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal tersebut.

Baca Juga: Viral Jalan Retak hingga Longsor di Malaysia, Sejumlah Mobil Ikut Tertelan

 

Atas perbuatannya itu, manajer V diduga telah melanggar Pasal dalam Undang-Undang Perdagangan. Hal itu disebabkan, perusahaan pinjol yang dikelola ini tidak terdaftar di lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," jelasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan setidaknya belasan aplikasi pinjol ilegal dikelola oleh 99 karyawan tersebut sejak Desember 2021 lalu.

Baca Juga: Lahir dengan 4 Tangan dan 4 Kaki, Bayi di India Ini Dipercaya Warga sebagai'Titisan Dewa'

"Kemudian mereka ini semua mengoperasikan 14 aplikasi pinjol dengan tugasnya yang terbagi dua tim. Pertama mengingatkan sebelum jatuh tempo dan kedua mengingatkan atas keterlambatan," kata Zulpan kepada wartawan di lokasi, Rabu.

Selain itu, Zulpan juga menegaskan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akan mendalami sumber dana operasional yang dikelola kantor pinjaman online (pinjol) ilegal tersebut. 

Baca Juga: Siwi Widi eks Pramugari Diduga Terima Dana Pencucian Uang Rp647 Juta

Sebelumnya, kantor pinjol di PIK 2 tersebut digerebek penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Rabu 26 Januari 2022 malam. Sebanyak 99 karyawan diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.***

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X