KPK Beberkan Peran Adik Bupati Langkat yang Terjaring OTT dan Berstatus Tersangka

- Kamis, 20 Januari 2022 | 11:51 WIB
Ilustrasi OTT KPK (ayosurabaya)
Ilustrasi OTT KPK (ayosurabaya)

HALUAN KALSEL - Selain Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menetapkan Iskandar (ISK) yang merupakan adik kandung Terbit menjadi tersangka karena diduga melakukan pengaturan dalam pelaksanaan pengerjaan paket proyek.

"Di tahun 2020 hingga saat ini, tersangka TRP Bupati Langkat bersama ISK, saudara kandungnya diduga melakukan pengaturan pelaksanaan paket proyek pengerjaan infrastruktur di Kabupaten Langkat," ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Kamis 20 Januari 2022.

Ghufron menjelaskan, pengaturan proyek tersebut dilakukan dengan memerintahkan Iskandar agar berkoordinasi dengan Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Langkat, Sujarno (SJ) dan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Suhardi (SH).

Baca Juga: Bupati Bitung Mengamuk ke Pegawai yang Lakukan Pungli Jutaan Rupiah:Mau Kerja Apa Jadi Makelar?

"Pengaturan proyek ini berkaitan dengan pemilihan pihak-pihak rekanan yang akan ditunjuk sebagai pemenang paket pekerjaan proyek di Dinas PUPR serta Dinas Pendidikan," jelasnya.

Selain itu, tersangka Terbit juga turut meminta sejumlah fee untuk memenangkan paket proyek melalui Iskandar.

"Kalau melalui lelang, jumlahnya 15 persen. Sementara jika penunjukkan langsung itu persentasenya bisa 16,5 persen," lanjut Ghufron.

Atas perbuatannya itu, Terbit Rencana dan empat tersangka lainnya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 UndangUndang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga: Panitera PN Surabaya Ditangkap KPK terkait Dugaan Terima Suap Pengurusan Perkara

Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.***

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X