MUI minta Oknum Guru Ngaji yang Cabuli 10 Anak di Depok Dihukum Berat

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 12:26 WIB
Ilustrasi pencabulan (Pixabay)
Ilustrasi pencabulan (Pixabay)

HALUAN KALSEL - Perbuatan seorang oknum guru ngaji beinisial MMS (52) yang diduga mencabuli 10 murid perempuan di Beji, Depok. MUI dikecam keras oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita mengecam itu, kekerasan seksual itu tidak dibenarkan dilakukan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun," ujar Wakil Sekjen MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga, Badriyah Fayumi.

Baca Juga: Pemerintah Wajibkan Gereja Betuk Satgas Covid-19 sebagai Syarat Ibadah

Badriyah juga mengatakan, MUI berharap agar pelaku dihukum berat. Dia berharap hukuman yang diberikan bisa berdampak pada efek jera terhadap pelaku tindak pelecehan seksual anak.

"Kalau melakukan tindak kekerasan seksual harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan dihukum seberat-beratnya supaya ada efek jera bagi yang bersangkutan dan juga bagi masyarakat secara umum," tuturnya.

Menurut Badriyah, tidak sedikit kasus kekerasan seksual yang tidak dituntaskan saat diproses hukum. Bahkan, korban mengalami didiskrimanasi ketika melapor.

Baca Juga: Aksi Pencurian Ponsel Milik Kasir Toko Kue di Kalibata City Viral di Medsos, Ini Kata Polisi

"Kita problemnya ini kan sering kali kekerasan seksual ini masih dianggap sesuatu yang, kalau diproses hukum ya sering kali tidak sampai tuntas, atau macam-macam gitu, atau mengalami kesulitan, kadang melapor malah didiskrimanasi," terangnya.

Badriyah menilai hukum saat ini belum memberikan perlindungan secara maksimal kepada korban kekerasan seksual. Dia menegaskan korban seharusnya dipulihkan secara menyeluruh.

Diakui Badriyah pihaknya masih belum memiliki perlindungan hukum yang komprehensif dan sistematis yang bisa melindungi semua orang dari menjadi korban maupun pelaku dan juga melindungi dan memulihkan korban.

Halaman:

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X