Dianggap Bahaya, Tentara di Swiss Dilarang Pakai WhatsApp, Telegram, dan Signal

- Selasa, 11 Januari 2022 | 09:03 WIB
Ilustrasi Whatsapp (pixabay.com)
Ilustrasi Whatsapp (pixabay.com)

HALUAN KALSEL - Aplikasi pengolah pesan WhatsApp, Telegram, dan Signal dilarang untuk digunakan bagi tentara di Swiss.

Tentara di Swiss hanya diizinkan menggunakan aplikasi Theema yang merupakan aplikasi buatan Swiss.

Sejak 29 Desember 2021, sebagaimana dilaporkan Associated Press, komandan militer di Swiss sudah mengkampanyekan penggunaan aplikasi Theema.

Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Resmi Ditahan usai Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian dan SARA

Bahkan, setiap tentara yang menggunakan Theema akan diberi ganjaran berupa dana reimburse sebesar 4,40 dolar AS setiap tahun.

Akhirnya, pada 1 Januari 2022, peraturan yang mewajibkan tentara Swiss memakai aplikasi Theema diberlakukan.

Alasan tentara Swiss tidak boleh menggunakan WhatsApp, Telegram, dan Signal disebabkan rawannya ketiga aplikasi itu disusupi otoritas di Amerika Serikat (AS).

Pada tahun 2018, AS mengesahkan Undang-Undang yang mengizinkan pemerintah mengakses data dari WhatsApp, Telegram, dan Signal.

Theema jauh lebih aman lantaran tunduk kepada regulasi perlindungan data pribadi yang berlaku di Eropa.

Theema sama sekali tidak terikat dengan Undang-Undang AS terkait dengan penyimpanan data.

Halaman:

Editor: Aswandi Haluan

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Thailand Perbolehkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:38 WIB

Sakit Jantung, Kondisi Mahathir Mohamad Sudah Stabil

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:53 WIB

Terpopuler

X